Kejadiannya di sebuah rumah sakit daerah di daerah Ciawi Jawa Barat. Sebetulnya yang dirawat adalah istriku. Sekitar satu bulan yang lalu kami baru mendapatkan anak kedua melalui operasi cesar. Awalnya tidak ada masalah. Mulai dari pendaftaran di ruang UGD, masuk ke ruang perawatan menjelang operasi pun tidak ada masalah. Tindakan dokter selama operasi pun OK. Anak kami pun lahir dengan selamat. Terima kasih ya…
Masalahnya dimulai pada pasca melahirkan. Mulai dari pengambilan obat yang dipimpong, sikap suster dan perawat di ruang perawatan ibu yang cenderung mengabaikan pasien, terasa sangat menjengkelkan. Memang kelihatannya para perawat itu kelihatan sibuk terutama untuk kegiatan ngerumpi dan ha..ha.. hi.. hi di ruang jaga, sehingga ketika istri saya harus mengganti gurita, terpaksa harus dilakukan oleh saya dibantu oleh penunggu pasien lain yang sekamar. Pasien sebelah istri saya pun yang minta pispot tidak diperhatikan dan terpaksa keluarganya yang harus mencari.
Akhirnya terpaksa saya agak naik emosi di apotik dan ruang perawatan wanita agar istri saya lebih diperhatikan. Maaf ya Bu Perawat.. Habis jiwa perawatnya tidak kelihatan sih, yang ada adalah jiwa bisnis sebab untuk urusan itu, mereka segera menawarkan dengan cepat. Mulai dari waslap, kateter, botol bayi, sampai diaper sudah mereka siapkan.